Kegiatan Bimbingan Teknis Pelaku Desa Terkait Pencegahan Stunting
Posted on Admin Tanggal 28-11-2025
Desa Bajur — 28 November 2025.
Pemerintah Desa di berbagai wilayah hari ini melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaku di Desa yang diikuti oleh unsur Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader Posyandu, serta TPPS Desa. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat resmi dari Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa PDTT yang meminta seluruh desa mengikuti rangkaian bimtek dengan Modul Dasar Terpadu sebagai upaya meningkatkan konvergensi percepatan penurunan stunting.
Pelaksanaan yang berlangsung serentak pada Jumat, 28 November 2025, dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting sesuai jadwal masing-masing desa, sebagaimana tercantum dalam lampiran surat pemberitahuan. Meski dilaksanakan online, sebagian besar desa memfasilitasi kegiatan dengan menyediakan ruang kumpul peserta agar proses belajar lebih efektif.
Kegiatan ini diikuti oleh komposisi peserta sebagai berikut:
1 orang Kader Pembangunan Manusia (KPM)
Minimal 1 orang Tim Pendamping Keluarga (TPK)
1 orang Kader Posyandu
1 orang Admin Desa pengelola aplikasi e-HDW Optimalisasi
Selama bimtek, para peserta mendapatkan materi terkait pemahaman modul terpadu pencegahan stunting, penggunaan aplikasi e-HDW, serta strategi pelaksanaan kegiatan konvergensi di tingkat desa. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pelaku desa semakin mampu berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Selain pelaksanaan bimtek, Kementerian Desa PDTT juga meminta Pemerintah Kabupaten melalui Dinas PMD untuk mengusulkan 1 orang Calon Pengajar Daerah yang memenuhi kriteria, seperti memiliki pengalaman memfasilitasi masyarakat desa dan memahami pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.
Pemerintah desa menyambut baik penyelenggaraan bimtek ini. Kegiatan dianggap penting untuk memperkuat kapasitas pelaku desa dalam mendukung target penurunan stunting nasional. Dengan terselenggaranya bimtek secara serentak di seluruh desa, diharapkan implementasi program di lapangan menjadi lebih terarah, terkoordinasi, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.