Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah di Desa Bajur, Undikma Mataram Berikan Edukasi kepada Para Kader
Posted on Admin Tanggal 03-12-2025
Bajur, 3 Desember 2025 — Pemerintah Desa Bajur kembali melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah yang berlangsung di Lantai II Aula Serbaguna Kantor Desa Bajur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program dana desa bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Bajur, Ahmad Husni, SH, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini penting sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader, terutama dalam memanfaatkan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna.
“Minyak jelantah selama ini dianggap sebagai limbah yang tidak bernilai, padahal jika diolah dengan benar dapat menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Kami berharap para kader dapat menguasai teknik ini dan menularkannya kepada masyarakat,” ujar Kades Ahmad Husni saat membuka kegiatan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas FSTT Undikma Mataram, yang memberikan materi terkait konsep dasar kimia minyak goreng, bahaya penggunaan minyak jelantah berulang, serta teknik pengolahan yang aman dan tepat. Materi dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, di mana peserta diajak mencoba proses penyaringan, pemurnian sederhana, hingga pengolahan menjadi produk ramah lingkungan.
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari TP PKK Desa Bajur dan Kader Posyandu mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, namun juga praktik yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga maupun kegiatan pemberdayaan kelompok perempuan di desa.
Narasumber dari Undikma Mataram menekankan bahwa pengolahan minyak jelantah bukan hanya mengurangi dampak pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi kecil bagi masyarakat jika dikembangkan secara kolektif.
Pelatihan ditutup dengan harapan bahwa para kader yang hadir dapat menjadi ujung tombak edukasi di masing-masing dusun, sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah minyak jelantah secara benar dan bermanfaat.